Diperbarui pada 09 November 2025
Resep: L. reuteri, L. gasseri, dan B. longum – Buat sendiri yoghurt SIBO
Juga cocok untuk orang dengan intoleransi laktosa (lihat catatan di bawah).
Bahan (untuk sekitar 1 liter yoghurt)
- 4 kapsul L. reuteri (masing-masing 5 miliar CFU)
- 1 kapsul L. gasseri (masing-masing 12 miliar CFU)
- 2 kapsul B. longum (masing-masing 6 miliar CFU)
- 1 sdm inulin (alternatif: GOS atau XOS jika mengalami intoleransi fruktosa)
- 1 liter susu murni (organik), lemak 3,8%, dipanaskan pada suhu sangat tinggi dan dihomogenisasi, atau susu UHT
- (Semakin tinggi kandungan lemak susu, semakin kental yoghurt)
Catatan:
- 1 kapsul L. reuteri, setidaknya 5§×10⁹ (5 miliar) CFU (en)/KBE (de)
- CFU adalah singkatan dari colony forming units – dalam bahasa Jerman, unit pembentuk koloni (KBE). Satuan ini menunjukkan jumlah mikroorganisme hidup yang terkandung dalam suatu sediaan.
Catatan tentang pemilihan susu dan suhu
- Jangan gunakan susu segar. Susu segar tidak cukup stabil dan tidak steril untuk waktu fermentasi yang lama.
- Idealnya gunakan susu UHT (susu yang dipanaskan pada suhu sangat tinggi dan tahan lama): susu ini steril dan dapat langsung digunakan.
- Susu sebaiknya berada pada suhu ruang – atau hangatkan perlahan dalam bain-marie hingga 37 °C (99 °F). Hindari suhu yang lebih tinggi: mulai sekitar 44 °C, kultur probiotik dapat rusak atau mati.
Persiapan
- Buka seluruh 7 kapsul dan masukkan bubuknya ke dalam mangkuk kecil.
- Tambahkan 1 sdm inulin per liter susu – inulin berfungsi sebagai prebiotik dan mendukung pertumbuhan bakteri. Bagi orang dengan intoleransi fruktosa, GOS atau XOS merupakan alternatif yang sesuai.
- Tambahkan 2 sdm susu ke dalam mangkuk dan aduk hingga rata agar tidak menggumpal.
- Masukkan sisa susu dan aduk hingga tercampur rata.
- Tuangkan campuran ke dalam wadah yang sesuai untuk fermentasi (misalnya stoples kaca)
- Masukkan ke dalam alat pembuat yoghurt, atur suhu ke 37 °C (98.6 °F), lalu fermentasikan selama 36 jam.
Mulai batch kedua, gunakan 2 sendok makan yoghurt dari batch sebelumnya sebagai starter
Siapkan batch pertama menggunakan kapsul bakteri.
Mulai batch kedua, gunakan 2 sendok makan yoghurt dari batch sebelumnya sebagai starter. Hal ini tetap berlaku meskipun batch pertama masih cair atau belum mengental sempurna. Gunakan sebagai starter selama aromanya masih segar, rasanya sedikit asam, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan (tidak berjamur, tidak berubah warna secara tidak biasa, dan tidak berbau menyengat).
Untuk 1 liter susu:
-
2 sdm yoghurt dari batch sebelumnya
-
1 sdm inulin
-
1 liter susu UHT atau susu murni yang dipanaskan pada suhu sangat tinggi dan dihomogenisasi
Caranya:
-
Masukkan 2 sdm yoghurt dari batch sebelumnya ke dalam mangkuk kecil.
-
Tambahkan 1 sdm inulin dan aduk dengan 2 sdm susu hingga halus dan tidak ada gumpalan.
-
Masukkan sisa susu dan aduk hingga tercampur rata.
-
Tuangkan campuran ke dalam wadah yang sesuai untuk fermentasi, lalu masukkan ke dalam alat pembuat yoghurt.
-
Fermentasikan pada suhu 37 °C selama 36 jam.
Catatan: Inulin adalah makanan untuk kultur. Tambahkan 1 sdm inulin per liter susu pada setiap batch.
Jika memiliki pertanyaan, kami dengan senang hati membantu melalui email di team@tramunquiero.com atau melalui formulir kontak kami.
Mengapa 36 jam?
Pemilihan durasi fermentasi ini didasarkan pada penelitian ilmiah: L. reuteri membutuhkan sekitar 3 jam untuk setiap penggandaan. Dalam 36 jam, terjadi 12 siklus penggandaan – hal ini menghasilkan pertumbuhan eksponensial dan konsentrasi mikroba probiotik aktif yang tinggi dalam produk akhir. Selain itu, proses pematangan yang lebih lama menstabilkan asam laktat dan membuat kultur lebih tahan.
!Penting untuk diperhatikan!
Batch pertama sering kali tidak berhasil bagi banyak pengguna. Namun, batch tersebut sebaiknya tidak dibuang. Sebagai gantinya, disarankan untuk memulai batch baru dengan dua sendok makan dari batch pertama. Jika ini juga gagal, periksa suhu alat pembuat yoghurt Anda. Pada perangkat yang suhunya dapat diatur secara tepat hingga setiap derajat, batch pertama biasanya berhasil dengan baik.
Tips untuk hasil sempurna
- Batch pertama biasanya masih agak cair atau berbutir. Gunakan 2 sendok makan dari batch sebelumnya sebagai starter untuk batch berikutnya – konsistensinya akan membaik pada setiap batch baru.
- Lebih banyak lemak = konsistensi lebih kental: Semakin tinggi kandungan lemak susu, semakin lembut dan kental yoghurt.
- Yoghurt yang sudah jadi dapat disimpan di lemari es hingga 9 hari.
Anjuran konsumsi:
Nikmati sekitar setengah cangkir (sekitar 125 ml) yoghurt setiap hari – sebaiknya secara rutin, idealnya saat sarapan atau sebagai camilan di antara waktu makan. Dengan demikian, mikroba yang terkandung dapat berkembang secara optimal dan mendukung mikrobioma Anda secara berkelanjutan.
0 komentar